Bangli, 14 Juli 2026 – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 2 Bangli memasuki hari kedua pada Selasa (14/7/2026). Beragam kegiatan edukatif dan penguatan karakter dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh murid baru.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Tri Sandhya bersama di lapangan sekolah sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan MPLS Ramah. Suasana khidmat mengawali aktivitas peserta didik baru dalam membangun semangat belajar serta menumbuhkan nilai spiritual sejak memasuki lingkungan sekolah.
Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, I Komang Nuriada, S.Pd., memberikan pengarahan kepada seluruh peserta didik baru. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan, baik dalam berpakaian, menaati tata tertib sekolah, maupun menunjukkan sikap yang santun dan bertanggung jawab. Disiplin menjadi salah satu fondasi utama agar pelaksanaan MPLS Ramah benar-benar menjadi pengalaman belajar yang positif, aman, dan menyenangkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di kelas masing-masing melalui Tes Fleksibilitas yang didampingi oleh guru dan pengurus OSIS pengampu di setiap gugus. Pada sesi ini, peserta didik juga mengikuti kegiatan Eksplorasi Diri yang memperkenalkan berbagai aktivitas gugus, di antaranya persiapan Lomba Paduan Suara, Lomba Majalah Dinding (Mading), dan Pentas Seni. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali potensi, membangun kerja sama, serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik baru.
Memasuki sesi materi, peserta memperoleh pembekalan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli yang disampaikan oleh I Dewa Gede Astika Praja Negara. Materi bertajuk Pendidikan Politik dan Demokrasi memberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi sebagai sistem pemerintahan yang menempatkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat. Melalui materi tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif, tanggung jawab, serta nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi berikutnya disampaikan oleh narasumber dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang menjelaskan perbedaan peran dan fungsi antara KPU dan Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilihan umum. Penyampaian materi ini memperkaya wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan literasi demokrasi peserta didik sejak dini.
Sebagai penutup sesi materi, Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 2 Bangli, Pande Made Agus Aditya, S.Pd., menyampaikan materi Sahabat Hebat yang membahas Dukungan Psikologis Awal (DPA). Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta didik memahami cara-cara sederhana memberikan dukungan kepada teman yang sedang mengalami kesedihan, ketakutan, tekanan, maupun permasalahan emosional. Materi ini menjadi bekal penting dalam membangun budaya sekolah yang saling peduli, empatik, dan menghargai satu sama lain.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Proyek Kearifan Lokal, di mana peserta didik putri membuat kwangen, sedangkan peserta didik putra membuat klatkat, dengan pendampingan guru dan pengurus OSIS. Melalui kegiatan ini, murid baru diajak mengenal, melestarikan, sekaligus menghayati nilai-nilai budaya Bali sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Pelaksanaan hari kedua MPLS Ramah berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kesiapan mental, memperkuat karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta membekali peserta didik dengan wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Melalui MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SMA Negeri 2 Bangli terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada murid. Dengan semangat tersebut, sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, berbudaya, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Penulis: Pande Komang Widya Anggreni
BISMA MEDIA
