Bangli, 11 September 2026 — SMA Negeri 2 Bangli terus berupaya membekali peserta didik dengan pengetahuan dan pemahaman yang dapat membantu mereka menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi mengenai bahaya perundungan (bullying), seks bebas, dan pernikahan dini yang berlangsung di Laboratorium IPA SMA Negeri 2 Bangli, Jumat (11/9).
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik yang tergabung dalam ekstrakurikuler PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) serta KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba). Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi para siswa untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran dalam menjaga diri dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab selama menjalani masa remaja.
Materi sosialisasi disampaikan oleh I Wayan Kariasa selaku Ketua IPeKB Kabupaten Bangli dengan didampingi oleh PLKB Kelurahan Kubu, Ni Putu Nasib. Dalam penyampaiannya, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh perundungan, perilaku seksual berisiko, dan pernikahan dini.
Perundungan menjadi salah satu perhatian penting karena dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis dan kehidupan sosial korban maupun lingkungan di sekitarnya. Sementara itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menghindari perilaku seksual yang berisiko. Adapun pernikahan dini dibahas dari sisi dampaknya terhadap pendidikan, perkembangan diri, serta kesempatan remaja dalam meraih cita-cita dan mempersiapkan masa depan.
Selain membahas ketiga persoalan tersebut, kegiatan juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang positif. Para siswa diajak untuk mampu memilih pergaulan yang dapat memberikan pengaruh baik serta tidak mudah terbawa oleh tekanan dari lingkungan sebaya. Nasihat dan pendampingan dari orang tua juga ditekankan sebagai bagian penting dalam membantu remaja menghadapi berbagai persoalan dan mengambil keputusan secara bijak.
Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin memahami bahwa setiap pilihan dan tindakan yang dilakukan pada masa remaja dapat memberikan konsekuensi bagi kehidupan di masa mendatang. Oleh karena itu, siswa diharapkan mampu menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta lebih bijak dalam mengambil keputusan demi melindungi masa depan dan mewujudkan cita-cita.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMA Negeri 2 Bangli dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kesadaran diri, dan kemampuan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja.
(Bisma Media)
Penulis: Ni Wayan Eka Wahyuni
