SMA Negeri 2 Bangli kembali menunjukkan komitmennya dalam pembentukan karakter siswa melalui kegiatan Pesraman Kilat dan Yoga yang diselenggarakan selama dua hari, pada Senin dan Selasa, 23–24 Juni 2025. Yang diwakili oleh kelas XA dan XB, bertempat di Laboratorium IPA SMA Negeri 2 Bangli. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Hindu Cerdas, Religius, Tangguh dan Berkarakter.”
Sebelum pesramaan kilat ini di mulai para siswa juga mengikuti sesi kegiatan yoga, yang bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi, ketenangan batin, dan kesehatan fisik. Yoga dipandu dengan suasana yang khusyuk untuk menciptakan keharmonisan antara tubuh dan jiwa dalam suasana spiritual yang mendalam.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 2 Bangli, Bapak I Gede Kariawan, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Jajaran Wakasek dan Ketua komite. Kepala Sekolah,sekaligus selaku penanggungjawab kegiatan ini menyampaikan pentingnya pendidikan spiritual bagi generasi muda sebagai penyeimbang antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional serta spiritual. “ Pesraman kilat bukan hanya menjadi wadah pembelajaran agama, namun juga membentuk pribadi siswa yang disiplin, toleran, serta memiliki nilai-nilai moral dan etika yang tinggi”. Ungkap beliau.
Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi pesramaan yang disampaikan oleh Bapak Dewa Made Weda Mudita, S.Pd.,M.Pd. Adapun materi yang disampaikan mengenai Catur Asrama, busana adat, kramaning sembah dan makna fungsi Uparengga. Pesraman kilat ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Dengan semangat belajar yang tinggi dan penuh kebersamaan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat śraddhā dan bhakti siswa terhadap ajaran agama Hindu serta membentuk karakter siswa yang unggul dalam bidang akademik dan spiritual.
Pada hari kedua, Pesraman Kilat di SMA Negeri 2 Bangli diisi dengan praktek. Yang dimana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membuat sarana upakara seperti membuat Daksina (Pejati), Kwangen, Canang Sari untuk putri, dan Tusuk sate, Klatkat Sudamala untuk putra. Setelah selesai membuat sarana upakara tersebut setiap kelompok mempresentasikan makna, fungsi dan simbol dari setiap elemen yang ada di sarana upakara tersebut. Setelah presentasi berakhir dilanjutkan dengan penilaian dari Bapk/Ibu Guru pelaksana Pesraman Kilat kali ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan siswa/siswi yang mengikuti Pesraman Kilat ini. Kemudian penyerahan penghargaan kepada kelompok yang berhasil membuat sarana upakara dengan baik dan benar. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi dan laporan oleh ketua panitia sekaligus menutup secara resmi kegiatan Pesraman Kilat kali ini.
I Gede Eka Yuniarta, S.Pd., selaku ketua panitia menyampaikan bahwa, dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan filosofi yang diperoleh dari kegiatan Pesraman Kilat ini di kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. ( BISMA MEDIA).
