Bangli, 16 September 2026 — SMA Negeri 2 Bangli kembali melaksanakan program rutin We! Eling (Wednesday Education for Literacy Awareness Grow) pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama sekolah pukul 07.30 hingga 08.10 WITA tersebut mengajak para siswa untuk mengenal Narcissistic Personality Disorder (NPD), ciri-ciri, serta dampaknya dalam kehidupan sosial.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Puja Tri Sandya yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Persembahyangan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran selama kegiatan berlangsung. Dengan mengawali kegiatan melalui doa bersama, para siswa diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan pikiran yang tenang dan penuh perhatian.
Materi mengenai NPD disampaikan oleh Juliani dan Diah, perwakilan dari kelas XI B. Dalam pemaparannya, mereka menjelaskan bahwa Narcissistic Personality Disorder atau Gangguan Kepribadian Narsistik merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh pola perilaku dan kepribadian yang menetap, antara lain rasa superioritas yang berlebihan, kebutuhan yang kuat untuk mendapatkan kekaguman, serta kesulitan dalam menunjukkan empati kepada orang lain.
Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa memiliki rasa percaya diri, ambisi, atau senang mendapatkan pujian tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang mengalami NPD. Gangguan tersebut berkaitan dengan pola yang menetap dan dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan pribadi maupun hubungan sosial. Seseorang dengan kecenderungan tersebut dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi kritik, kegagalan, atau keadaan ketika dirinya tidak memperoleh pengakuan seperti yang diharapkan.
Melalui materi tersebut, siswa diajak untuk tidak terburu-buru memberikan label kepada orang lain hanya berdasarkan perilaku tertentu. Sebaliknya, siswa diharapkan mampu membangun sikap saling menghargai, memahami perasaan orang lain, serta menjaga hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan karakter mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik dan benar. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya dengan menggunakan tumbler untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Kegiatan We! Eling kemudian ditutup dengan arahan kepada para siswa untuk kembali ke kelas dan mengikuti pembelajaran seperti biasa. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 2 Bangli tidak hanya mendorong budaya literasi, tetapi juga berupaya menanamkan karakter kepedulian, empati, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap lingkungan kepada peserta didik.
(Bisma Media)
Penulis: Ni Wayan Eka Wahyuni
