PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DAN NILAI KEHARMONISAN MEWARNAI AMANAT UPACARA BENDERA  SMA NEGERI 2 BANGLI

No Comments

Photo of author

By Bisma Media

Bangli, Senin, 12 Oktober  2026 — SMA Negeri 2 Bangli kembali melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin pagi di lapangan utama sekolah. Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 WITA ini berlangsung tertib dan khidmat serta diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf pegawai. Upacara bendera menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat nilai-nilai kedisiplinan dan pembentukan karakter peserta didik.

Pada pelaksanaan upacara kali ini, siswa kelas XI.C bertugas sebagai perangkat upacara, sedangkan siswa kelas XI.D bertugas sebagai aubade. Seluruh petugas menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib.

Brtindak sebagai pembina upacara, I Wayan Sudiana, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Perpustakaan SMA Negeri 2 Bangli, menyampaikan amanat yang berfokus pada evaluasi pelaksanaan upacara, pemanfaatan perpustakaan sekolah, serta penguatan karakter melalui nilai-nilai kehidupan.

Pada awal amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan peserta upacara atas kedisiplinan, ketertiban, dan tanggung jawab yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Beliau juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan upacara, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan upacara berikutnya semakin baik.

Selanjutnya, beliau menekankan pentingnya pemanfaatan perpustakaan sekolah secara bijak dan optimal. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar, penyedia informasi dan referensi, serta sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Oleh karena itu, seluruh peserta didik diharapkan dapat menjadikan perpustakaan sebagai bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran dan memperluas wawasan.

Selain membahas literasi, amanat pembina upacara juga mengangkat nilai-nilai kehidupan yang bersumber dari ajaran Hindu, khususnya pemikiran dalam Upanisad. Dua konsep yang disoroti adalah Vasudhaiva Kutumbakam dan Tat Twam Asi.

Vasudhaiva Kutumbakam merupakan ungkapan dalam bahasa Sanskerta yang bermakna bahwa seluruh dunia adalah satu keluarga. Nilai ini mengajarkan pentingnya persaudaraan, kepedulian, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang.

Sementara itu, Tat Twam Asi mengandung makna “Aku adalah Engkau dan Engkau adalah Aku“ dalam pemahaman etis mengajarkan kesadaran bahwa orang lain patut diperlakukan dengan rasa hormat dan empati. Nilai tersebut mengajak setiap individu untuk menumbuhkan kepedulian, menjaga keharmonisan, serta mempertimbangkan dampak tindakannya terhadap orang lain.

Kedua nilai tersebut mengingatkan siswa bahwa pembentukan karakter tidak cukup diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kesadaran untuk bertindak berdasarkan hati nurani, menjaga integritas, dan menciptakan kebahagiaan serta keharmonisan di lingkungan sekitar.

Melalui pelaksanaan upacara bendera rutin ini, SMA Negeri 2 Bangli terus berupaya membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, literasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Diharapkan pesan yang disampaikan dalam amanat pembina upacara dapat diterapkan oleh seluruh siswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, upacara bendera tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial setiap Senin, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai positif dan membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, berwawasan luas, serta mampu hidup harmonis di tengah keberagaman. (BISMA MEDIA)

Penulis: Pande Komang Widya Anggreni

Authors

Leave a Comment