W! ELING SMA NEGERI 2 BANGLI MENGENAL PSYCHOLOGICAL FIRST AID LANGKAH AWAL MENGHADAPI KRISIS EMOSIONAL DAN KECEMASAN

No Comments

Photo of author

By Bisma Media

Bangli, 23 September 2026- SMA Negeri 2 Bangli kembali menggelar program rutin W! Eling (Wednesday Education for Literacy Awareness Grow). Bertempat di lapangan utama sekolah, para siswa diajak untuk lebih mengenal Psychological First Aid (PFA). Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.30 sampai 08.10 WITA dengan penuh antusiasme. Untuk mengawali kegiatan, seluruh warga sekolah terlebih dahulu berkumpul bersama di lapangan untuk melakukan Puja Tri Sandya. Momen ini menjadi sarana memohon keselamatan dan kelancaran agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses.

Materi kali ini disampaikan oleh Bunga dan Riska, perwakilan dari ekstrakurikuler PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) SMA Negeri 2 Bangli. Para siswa dibekali pemahaman mengenai Psychological First Aid (PFA), yaitu serangkaian dukungan praktis dan fleksibel yang diberikan kepada remaja saat mengalami tekanan psikologis berat atau kecemasan akut. Penting untuk dipahami bahwa PFA bukanlah sebuah terapi atau konseling profesional, melainkan tindakan darurat untuk memberikan rasa aman dan ketenangan awal.

Pembekalan materi difokuskan pada kerangka utama PFA, yaitu Look (amati), Listen (dengar), dan Link (hubungkan). Selain itu, para peserta juga diajarkan teknik penenangan diri melalui metode pernapasan kotak (box breathing). Teknik ini dilakukan dengan menarik napas selama 4 detik, menahannya selama 4 detik, menghembuskannya perlahan lewat mulut selama 4 detik, lalu menahannya kembali selama 4 detik. Latihan ini diulangi 3 hingga 5 kali sampai napas dan pikiran kembali stabil. Kegiatan menjadi lebih interaktif ketika adanya sesi tanya jawab.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penguatan karakter bagi para siswa. Beberapa poin penting yang ditekankan meliputi kedisiplinan dalam berpakaian, pemanfaatan fasilitas sekolah secara bijak, hingga etika dan kedisiplinan dalam bermedia sosial. Selanjutnya, para siswa kembali ke ruang kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya. (Bisma Media)

Penulis: Ni Wayan Eka Wahyuni

Authors

Leave a Comment