Bangli, 8 Juni 2026 – SMA Negeri 2 Bangli kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter dan kepedulian lingkungan melalui pelaksanaan Kokurikuler Pengolahan Sampah Berbasis Sumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran yang mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.
Kegiatan kokurikuler dilaksanakan dengan sistem blok selama satu minggu, mulai tanggal 2 hingga 8 Juni 2026. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna kepada peserta didik melalui kegiatan berbasis proyek yang berfokus pada pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah terhadap lingkungan, serta pentingnya pemilahan sampah berbasis sumber. Setelah memperoleh pemahaman dasar, siswa melakukan identifikasi dan pemilahan sampah organik maupun anorganik yang berasal dari lingkungan sekolah dan rumah tangga.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dengan mengolah barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Berbagai karya inovatif berhasil dihasilkan, di antaranya tempat alat tulis dari botol plastik bekas, pot tanaman dari kemasan tidak terpakai, hiasan dekoratif, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang memanfaatkan material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, I Kadek Suwitrayasa, S.Kom., M.Pd.H., kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21. Melalui pembelajaran berbasis proyek, siswa dilatih untuk berpikir kreatif, bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara efektif, serta mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi di lingkungan sekitarnya.
Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan terdekat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memandang sampah bukan semata-mata sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai.
Selain menghasilkan berbagai karya kreatif, kegiatan kokurikuler ini juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan budaya hidup bersih, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Peserta didik memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, hingga pengolahan yang tepat sehingga mampu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Melalui pelaksanaan Kokurikuler Pengolahan Sampah Berbasis Sumber, SMA Negeri 2 Bangli terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan kehidupan masa kini. Diharapkan kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan positif dalam mengelola sampah secara bijaksana, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan mampu menciptakan solusi kreatif bagi berbagai permasalahan di sekitarnya.
(BISMA MEDIA)
