Bangli, Senin, 31 Agustus 2026 – SMA Negeri 2 Bangli kembali melaksanakan upacara bendera rutin di Lapangan Utama SMA Negeri 2 Bangli, Senin (31/8). Upacara berlangsung dengan lancar, tertib, dan khidmat, diikuti oleh seluruh warga sekolah.
Upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan oleh petugas upacara dari kelas XII E. Sementara itu, kelas XII F bertugas sebagai aubade. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian upacara dengan tertib dan penuh perhatian.
Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak I Dewa Made Weda Mudita, S.Pd.H., M.Pd. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sejumlah arahan kepada peserta didik, salah satunya mengenai pentingnya kedisiplinan dalam berpakaian. Siswa diingatkan untuk mengenakan pakaian sesuai dengan ketentuan sekolah, rapi, sopan, serta tidak menggunakan atribut atau penampilan yang berlebihan dan mencolok.
Menurut beliau, kerapian dalam berpakaian merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang perlu dibangun dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kedisiplinan yang dimulai dari hal-hal sederhana diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang bertanggung jawab dan memiliki kesadaran terhadap aturan.
Selain menekankan kedisiplinan, pembina upacara juga memberikan perhatian khusus terhadap Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). Program tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun kepedulian, tanggung jawab, serta kebiasaan positif seluruh warga sekolah terhadap persoalan sampah.
Dalam amanatnya, pembina upacara menegaskan bahwa sampah merupakan salah satu persoalan lingkungan yang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia dan Bali, tetapi juga menjadi permasalahan global. Persoalan tersebut membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama, termasuk melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap individu.
“Sesuai dengan data, sampah menjadi masalah yang tergolong paling penting saat ini, tidak hanya di Indonesia ataupun di Bali, tetapi di seluruh dunia. Masalah sampah menjadi sangat penting karena menyangkut masa depan kehidupan dunia. Karena ini menyangkut hal yang mendasar, maka wajib kita sebagai insan manusia, dari hal kecil yang dapat kita lakukan, kita akan mengusahakannya.”
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dari sumbernya serta mendukung upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Bali.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa SMA Negeri 2 Bangli menjadi salah satu peserta dalam lomba PSBS tingkat Provinsi Bali. Keikutsertaan sekolah dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sekaligus membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
“Dalam penerusan program itu, kita menjadi salah satu peserta lomba PSBS Provinsi Bali. Di sisi lain, kita bangga diberikan kesempatan untuk membenahi diri. Kita diberikan kesempatan untuk membangun budaya positif, salah satunya melalui pembiasaan pengelolaan sampah.”
Keikutsertaan dalam lomba PSBS diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk semakin konsisten menerapkan kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sesuai dengan sumbernya.
Melalui program tersebut, SMA Negeri 2 Bangli berupaya menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, dan gotong royong. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Penguatan Program PSBS melalui kegiatan upacara bendera menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, SMA Negeri 2 Bangli terus berupaya membangun budaya positif dan menumbuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Setelah pelaksanaan upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Bangli yang telah mewakili Paskibraka tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli. Pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kebanggaan sekolah atas dedikasi, kedisiplinan, serta kontribusi para siswa dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan pengibar bendera. Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berprestasi, serta berkontribusi positif bagi sekolah, daerah, dan bangsa. ( BISMA MEDIA).
Penulis: Ni Made Purnama Sari
